Friday, July 20, 2012

Belahan Hati

Awalnya aku tak mengenalmu dekat. Mungkin karena engkau tidak berasal dari daerahku. Mungkin pula karena engkau ditemukan tergeletak di pinggir jalan oleh seorang budak yang hitam. Atau mungkin karena orang-orang menganggapmu telah mengganggu tidur mereka. Entahlah, yang mana yang benar itu tidak penting lagi saat ini.

Yang aku ingat, ibuku adalah orang yang pertama mengenalkan engkau kepadaku. Kepada laki-laki yang biasa ini. Bahkan menurut ibu, engkau telah merasuk ke dalam hatiku sejak aku bayi. Menjadi belahan hatiku, sejak saat itu.

Aku tahu. Mendapatkan dirimu tidaklah mudah. Harus dengan cara kekerasan! Bahkan aku harus menahan cemburu saat melihatmu mengapung, terhanyut, dan mengendap bersama teman manismu. Meskipun aku tak jua terluka melihat keakraban kalian setiap saat.

Memang. Kasihmu tak sehitam kulitmu. Hidupmu ternyata tak hanya untukku. Namun, engkau berusaha selalu ada di setiap jengkal hariku. Menemaniku di setiap tetes cerita sedih dan gembira. Membantuku mengenal teman, sahabat, dan orang-orang hebat. Menolongku mencicipi berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup.

Mampukah aku mengalahkan kesetiaanmu? Mampukah aku membayar pengorbananmu? Sanggupkah aku hidup tanpa dirimu?

Om, ndang diseruput kopine. Selak adem, lho.”
Oh, kopiku. Jangan pernah kau tinggalkan diriku...
Ojo keakehan ngelamun, om. Ndang dibayar utang-utang kopine. Wes akeh, lho.
??????!!!!”  

Sabtu 10 Sept. 2011 pukul 5.12 WIB
Di Kedai Empu Gondrong Coffee Malang

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...